bidvertiser

Saturday, 14 February 2015

Tips cara inreyen untuk performa dan keawetan yang seimbang!

Oke brosis, mari kita sharing tentang cara inreyen yang baik bagi mesin kesayangan kita. cara ini cukup mudah dan efisien bagi mesin baru.

Oiya, bagi yang baru saja oversize ataupun mengganti kampas koplingnya ada baiknya motor kesayangan brosis di inreyen juga, karena part-part tersebut saling berhubungan dan bergesekan, sehingga pada jam pertama pemakaian harus di inreyen dulu.

Namun hati hati, cara reyen motor baru dengan motor lama yang cuman turun mesin beda brosis.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa cara ini berlawanan dengan rekomendasi pabrikan, namun saya pikir cara ini justru lebih baik daripada cara inreyen atau break-in menurut pabrikan. Saya telah membaca cukup materi tentang masa inreyen dan bertanya pada teman saya yang jebolan bengkel pabrikan justru menurut saya inilah yang paling baik.

Kenapa saya katakan baik bukan benar, karena cara inreyen yang benar masih diperdebatkan hingga kini, jadi silahkan memilih cara mana yang brosis sukai.

mesin scorpio


Pertama, pastikan jangan menggunakan oli sintetik untuk 2500 km pertama pada masa inreyen tersebut. Gunakan hanya oli mineral untuk inreyen mesin kesayangan, karena oli sintetis terlalu licin untuk proses inreyen yang dapat mengakibatkan ring piston tidak dapat menutup sempurna celah pada piston dan silinder dengan baik.

Kedua, sebelum riding untuk pertama kalinya pastikan level oli mesin pas tidak kurang dan tidak melebihi anjuran pabrik, kemudian panaskan mesin sampai pada temperatur pengoperasian sebelum mengendarainya. Jangan mereyen motor di jalan yang amat ramai, sebisa mungkin cari tempat cukup yang sepi dan tidak macet. Untuk 1-2 km pertama sebaiknya berjalan pelan 20-40kpj untuk memastikan bukaan gas dan perseneling nyaman. Kemudian lanjut 10 km berikutnya bukaan gas dibuat berfluktuasi pada 40-50% dari rpm puncak.

Namun jangan berakselerasi secara spontan atau menyentak, lakukanlah sehalus mungkin agar kampas kopling dapat terlumasi dengan baik serta jangan lupa untuk mengunakan engine break untuk menghasilkan tekanan pada ring piston sehingga ring dan silinder tertutup sempurna (namun jangan terlalu kuat). Setelah 10km berhenti dan matikan mesin selama 10-15 menit. Lalu kendarai kembali dengan 1000 rpm lebih tinggi. Pada kasus saya menjadi  4000 – 7000 rpm, dengan bukaan gas berfluktuasi dan dan engine break yang wajar. Setelah 5 km istirahatkan kembali motor anda selama 5-10 menit. Ulangi lagi cara diatas dengan menaikan 1000 rpm kembali sejauh 5km.

Setelah itu biarkan mesin selama +- 5 menit untuk melepaskan suhu panas lalu ganti oli mesin dan bersihkan filter olinya juga (untuk beberapa motor cukup dibersihkan dan untukmotor dengan filter oli didalam mesin bisa diganti menurut pabrikan saja). Dan lihatlah betapa kotor oli tersebut brosis :D

Hari berikutnya, kendaraan kesayanangan kita boleh dipakai secara normal brosis. Inget ya, normal bukan kebut-kebutan hehe pakai saja secara normal sampai pada 1500-2500 km pertama baru kemudian brosis bebas untuk berkendara semaunya.

Namun bukan berarti semaunya itu kebut-kebutan lho ya, utamakan safety riding dan keselamatan kita dan pengguna jalan lain hehe tapi perlu diingat bahwa fluktuasi bukaan gas sangat penting, jangan berkendara dengan kecepatan yang sama dan dengan gigi yang sama dengan waktu yang cukup lama.

Jangan pula menggunakan gigi 3 keatas dengan kecepatan sangat rendah atau rentan rpm kurang dari 30-40% dari rpm maksimal, begitu sebaliknya, jangan menggunakan gigi rendah untuk kecepatan tinggi atau high rpm cukup lama. Usahakan pergantian gigi dilakukan secara tepat, dan pada saat start usahakan sehalus mungkin (terutama jika baru menggunakan kampas kopling kevlar) dan jangan menyentak-nyentak kendaraan anda brosis.

Namun pastikan bahwa setelah pergantian oli untuk pertama kalinya tadi, gantilah oli dan filter oli (atau bersihkan saja) pada interval 100 km, lalu 300 km, 800 km, dan 2000 km dan kemudian baru boleh memakai oli sintetis jika memang mau memakai oli sintetis, dan rentang waktu pergantilan oli berikutnya sesuaikan dengan kondisi motor dan oli mesin brosis.

Rentang pergantian oli yang pendek berfungsi untuk membersih kan dan mencegah partikel-partikel metal yang timbul dari gesekan part dalam mesin terutama bagian silinder dan kopling agar tidak ikut bersirkulasi bersama oli di dalam mesin dan menyebabkan gesekan pada part lainnya.  Karena walaupun telah ada filter oli, masih banyak serbuk metal yang ukurannya micro sehingga dapat lolos dari filter oli.

Tapi kenapa pabrikan merekomendasikan pergantian oli lebih lama, dan bahkan pergantian oli pertama pada 500km? hm entahlah, yang jelas jika pergantian oli dilakukan dalam interval tersebut serbuk metal dari friksi akan menyebar pada mesin secara luas dan dapat menyebabkan piston tergores, ring piston cepat aus dll.

Lalu bagaimana dengan inreyen motor yang di oversize?
Silahkan buka link berikut brosis biar ga kepanjangan nih artikel hehe Cara break in atau inreyen mesin yang dioversize

Oiya, ada baiknya saat break in atau inreyen menggunakan bbm yang sesuai dengan kebutuhan kompresi mesin, dan setelah inreyen selesai brosis memakai long drain oil yang mampu mencapai umur pergantian lebih dari 3000km sehingga dapat mengurangi limbah oli :)

Nah, dengan demikian performa motor bakalan sesuai dengan spesifikasinya dan part mesin bakal lebih awet.

Sekian semoga berguna ^_^

nb: jika ada kesalahan mohon dikoreksi, artikel dibuat berdasar pengetahuan saya dan teman bengkel serta beberapa serta info di berbagai media.

5 comments:

  1. hehe makasih masbroo, lagian masih jelek kok :v

    ReplyDelete
  2. bro apa efekny klo motor dipakai dengan kecepatan dan gigi yg sama dalam waktu yang lama..
    ane biasanya bawa pio kya gtu..

    ReplyDelete
  3. kalo motor baru biasanya di kecepatan yg konstan akan kurang penyesuaian buat mesinnya, sama bisa overheat dan yg paling parah bisa ngancing sehernya..setau saya sih gitu mas, kalo motor udah mateng sih gapapa mas..cmiiw

    ReplyDelete
  4. Gan Motor saya itu Vixion udah 1 tahun tapi kata orang itu mesinnya ngeden & reyenannya belom jadi, saya kudu gimana gan?

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar, nuwun :)