bidvertiser

Thursday, 8 January 2015

Cara mengatasi kekecewaan dini, ubah pola pemaknaan anda!


Pernahkah merasa kecewa dengan hal yang telah terjadi walau sebenarnya telah anda planning secara matang namun ternyata hasilnya tak seperti yang anda inginkan? Saya yakin banyak dari kita pernah mempunyai pengalaman demikian. Apa yang kemudian terjadi? Kecewa, putus asa, sakit hati, atau dendam dan kebencian? Pasti emosi-emosi semacam itulah yang muncul ketika suatu yang diharapkan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

Namun, jangan kemudian serta merta menyalahkan orang lain, marah, mengamuk, dan membenci hal tersebut. Kenapa demikian, karena kehidupan sosial kita atau bahkan seluruh aspek kehidupan yang kita jalani berawal dari pemaknaan yang kemudian mengubah sikap dan perilaku kita, yakni berawal dari persepsi kita terhadap suatu hal.

Walaupun persepsi kita dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan yang telah kita punya, namun bukan tidak mungkin kita mengubahnya dengan membuat pemaknaan dan kesimpulan yang berbeda atau justru terbalik 180 derajat dari apa yang telah kita alami.


Karena kita tidak akan pernah tau akan masa depan kita sebelum kita melaluinya. Namun demikian tidak mudah mengubah sudut pandang kita sendiri, bahkan akan sangat sulit ketika kita mendapati suatu kegagalan.

Jadi, ketika kesulitan menghambat anda, atau anda mendapat kegagalan dan kekecewaan jangan buru-buru untuk kecewa, sedih, dan marah. Tahanlah emosi dan hematlah tenaga anda untuk bersabar dan melalui hari-hari seperti biasannya, kenapa demikian? Kembali ke awal tadi, karena kita belum tau apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Bagaimana jika ternyata kekecewaan anda sekarang menjadi hal yang membahagiakan anda di kemudian hari? Atau apa yang anda tangisi sekarang menjadi hal yang paling anda syukuri nantinya?

Nah, inilah maksud saya tentang pemaknaan dan pengambilan keputusan atau kesimpulan terhadap suatu hal. Ketika kita mendapat hal yang tidak kita inginkan, jangan terlalu cepat memaknainya sebagai hal buruk bagi kita namun alihkan dengan memaknainya secara sepofitif mungkin.

Oleh sebab itulah kesabaran diajarkan oleh orang tua kita sejak kecil bukan? Selain melatih kesabaran, juga melatih kita untuk ikhlas memahami alur hidup kita. itulah alasan munculnya kata motivasi kegagalan adalah sukses yang tertunda.

Lalu yang terakhir adalah jika ternyata hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita tersebut ternyata adalah hal yang sungguh menggembirakan disaat waktunya tlah tiba.

Bayangkan jika setelah kita mendapat hal yang tidak menyenangkan lalu kita kecewa dan marah-marah dan bahkan membabi-buta, namun seiring waktu berlalu kita menemui bahwa karena hal tersebut membawa hal yang amat baik dan berguna, lalu apa yang anda pikirkan?

Pasti kecewa karena dulu telah marah akan hal tersebut, atau mungkin mencaci orang terdekat kita, tapi ternyata kemudian bersyukur atasnya, jadi kita harus minta maaf atas kemarahan kita dan bahkan dibuat malu olehnya.

Contohnya saja anda mengadakan resepsi pernikahan yang lumayan mewah walaupun kondisi keuangan mulai menipis, kemudian untuk mencukupi hidangan para tamu, istri anda memesan makanan untuk 1000 orang padahal yang hadir ternyata hanya 500-600 orang saja. Dengan kondisi keuangan seperti itu bagaimana anda tidak kesal? Saya yakin anda akan marah dan bilang pada istri anda kenapa tidak di planning lebih baik lagi agar makanan yang dipesan tidak sia-sia seperti itu.

Namun setelah 1-2 hari berselang, sisa makanan yang anda simpan di rumah ternyata menjadi makanan yang mencukupi kebutuhan pangan keluarga anda selama berhari-hari sehingga anda tidak perlu mengeluarkan uang lagi, dan bahkan setelah anda membagikannya kepada tetangga-tetangga terdekat anda.

Setelah peristiwa tersebut apakah anda masih mau marah? terlebih pada istri anda yang bisa dikatakan telah menghamburkan uang untuk membeli makanan yang over tersebut, tentu tidak kan?

Nah, pasti emosi yang kita luapkan jauh berbeda dengan emosi kita pada awalnya saat hal yang terjadi tak seperti yang anda inginkan. Emosi negatif yang awalnya anda alami berubah menjadi emosi positif yang menggembirakan.

Jadi kelola emosi dan sikap anda, manage dengan sebaik-baiknya jangan sampai menyesal dikemudian hari, bahkan sampai 2 kali penyesalan atau lebih hanya karna 1 hal saja.

Sekian semoga berguna. #maaf kalo kepanjangan :D

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar, nuwun :)