bidvertiser

Tuesday, 20 January 2015

Bensin + kapur barus atau kamper? bahaya

Mari kita sharing soal maraknya orang yang mencampurkan kapur barus dalam bbm kendaraan bermotor mereka. Kapur barus atau naphtalene dipercaya dapat meningkatkan angka oktan pada bensin, sehingga banyak pengguna kendaraan bermotor yang mencampurkannya pada bbm motor kesayangan mereka dengan tujuan untuk mendapatkan angka oktak yang tinggi.

Ada yang langsung mencemplungkan kapur barus tersebut pada tangki, ada juga yang menggerusnya dulu sampai halus baru dicampur ke bbm. Dan banyak pula testimoni positif dari para bikers tersebut, entah yang 'katanya' efeknya gak seberapa sampai ada yang bilang kayak pake pertamax bahkan lebih maknyuss.

Namun apakah mereka tau efek jangka panjang dan efek negatif dari penggunaan kapur barus atau kamper tersebut di kendaraan mereka? Mari kita simak.

Naphtalene dalam kapur barus memang sudah terbukti dapat meningkatkan angka oktan bensin, namun ternyata napthtalene bersifat karsinogen. Jadi gas buangnya akan sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Padahal kita tau bahwa pembakaran bensin saja gas buangnya sudah sangat berbahaya, apalagi ditambah naphtalene dan zat-zat lain dalam kapur barus tersebut.

Bahkan ada kemungkinan dapat merusak katalis kendaraan kita, dan dapat menyumbat injector (bagi yang injeksi)

Lebih jauh, efek jangka panjang pada kendaraan bermotor adalah ruang bakar yang kotor karena pembakaran naphtalene yang notabene meninggalkan residu karbon yang cukup tebal (coba bakra kapur barus secara langsung, asap pembakaran hitam pekat dan beracun, dan meninggalkan residu lengket yang ketika dingin menjadi keras.

Naphtalene juga bersifat korosif sehingga berbahaya bagi tangki kendaraan anda yang terbuat dari logam, efek jangka panjangnya dapat menyebabkan karat, bahkan tangki bocor.

Nah, itu pun belum termasuk zat pewarna dan senyawa aromatik lain pada kapur barus yang mungkin lebih berbahaya. Jika kerak pada ruang bakar dibiarkan semakin menumpuk alhasil performa motor bukan malah lebih baik tapi malah drop.

Jadi kondisi "enak" pada penggunaan kapur barus sebagai campuran bbm pada kendaraan untuk menambah angka oktan hanya sesaat saja brosis. Jadi mau performa yang tinggi untuk sesaat saja atau untuk jangka panjang, monggo dipilih sendiri hehe lagian pertamax sekarang kan sudah terjangkau xixixi

Ini contohnya, walaupun mungkin bukan sepenuhnya akibat kamper, tapi itu setelah +-2 bulan pake kamper/kapur barus lalu saya bongkar karna mau ganti klep, dan ternyata hasilnya seperti itu, kerak karbon item tebel. Karna sekitar 1 bulan sebelum pake kapur barus pernah iseng liat kondisi piston juga setelah nyoba pake yamalube carbon cleaner (cukup bersih), tapi gak sy foto. Sekarang udah gak pake karna asepnya (walopun gak keliatan) bisa bikin pusing+mual-mual dan piston jadi kayak gitu (bahkan cekungan klep ketutup kerak keras). Kasian yang dibelakang ngehirup asep knalpot Pio saya dulu :/



Sekian semoga berguna

2 comments:

  1. Setuju om.Ane korbannya nih ampe turun mesin kena 2jt.Ane kapok lg dah pakai kapur barus(kamper).Enaknya memang sesaat.Bukannya irit malah boros jatuhnya deh.

    ReplyDelete
  2. tx.info bagus... blogger

    AC, CCTV, PABX TELEPON, ALARM 082231562589 DATA JARINGAN KOMPUTER

    http://jasaturen.blogspot.co.id/2013/01/servis.html

    HUB 0822 315 625 89
    Kami melayani jasa pemasangan dan perbaikan:

    CCTV yg bs dipantau dg HP,
    AC pendingin ruangan,
    PABX interkom telepon,
    Sound System (tata suara gedung, kantor),
    Nurse call (alat pemanggil suster, pelayan resto),
    Alarm maling,
    Alarm kebakaran,
    Instalasi Listrik dan panel Listrik,
    Jaringan komputer,
    Peralatan elektronik.
    Desain alat elektronik (sesuai kebutuhan anda),

    klik disini

    monggo yg berminat..

    pabx di nganjuk,servis pabx, perbaikan pabx, setting pabx, setting ulang pabx

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar, nuwun :)